Langsung ke konten utama

5 Tanaman Yang Mudah Perawatannya

Merawat tumbuhan memerlukan ketelatenan dan ketekunan. Tapi berkebun untuk keperluan rumahan sendiri tentu tidak harus menghabiskan banyak waktu. Anda bisa memulainya dengan menanam tanaman yang ga perlu perawatan ribet

Anda ga harus punya halaman kebun. Tanaman - tanaman ini bisa tumbuh di pot - pot yang bisa anda tata sesuka anda.

1. Kacang Panjang

Kacang panjang merupakan bahan sayuran sehari - hari. Jika anda punya pagar yang terkena sinar, anda bisa merambatkannya di pagar.  Yang diperlukan hanya benih, pupuk, dan tempat menanam. Yang penting rutin disiram dan diberi pupuk secara teratur. Kacang panjang yang ditanam sendiri tentu lebih nikmat daripada anda membelinya di pasar karena masih sangat fresh.

2. Tomat Ceri

Tomat ceri ini mudah tumbuh, tapi agak susah mencegahnya agar tidak terkena penyakit. Sebaiknya anda seminggu sekali semprot pestisida nabati secukupnya yang bisa dibeli di toko saprotan.
Supaya rajin berbuah, cabang - cabangnya sebaiknya anda pangkas. Jadi dibuat satu cabang supaya tumbuhnya fokus lari ke buahnya, bukan daunnya.

3. Bawang

Sayuran ini sangat laris dicari orang. Terkadang harganya bisa sangat tinggi. Bawang sangat cocok anda coba menanamnya.
Tinggal siapkan polybag dan media tanam. Bersi pupuk dan air secukupnya, buat lubang dan taruh umbinya. Tinggal rutin disiram dan sesekali dikasih pupuk lagi. Beberapa minggu kemudian anda bisa panen bawang sendiri di rumah.

4. Sayuran Daun

Sayuran daun seperti sawi, selada, kangkung, dan bayam ini sangat mudah penanganannya. Hanya perlu rutin nyiram saja. Benih sayuran daun mudah tumbuh, cocok untuk yang ga mau ribet. Yang diperlukan cuma taruh benih 2 -3 biji di pot, beri pupuk dan air secukupnya. Sebulan kemudian anda bisa panen.

5. Cabe
Cabe rawit biasanya sangat gampang tumbuhnya, tidak perlu penanganan yang njlimet. Jika dipupuk secara rutin, tanaman cabe anda akan rajin berbuah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengapa Pekatan A dan B dalam AB Mix Dipisah?

Pupuk A B Mix Pupuk yang paling populer digunakan untuk berhidroponik adalah konsep pupuk AB mix. AB mix biasanya dijual dalam bentuk serbuk kemudian dibuatkan pekatan 5 liter A dan 5 liter B. Ada juga yang menjual dalam bentuk pekatan siap pakai. Kemudian diencerkan dengan perbandingan 5 : 5 : 1 artinya 5 ml A dan B untuk 1 liter air. Kandungan A dan B Pada grup A biasanya terdapat Ca, K, dan N. Ca berbentuk ion Ca++, K berbentuk K+, dan N berbentuk NO3- (nitrat) dan NH4+ (amonium). Dan pada grup B biasanya terdapat Mg, S, dan P. Mg berbentuk ion Mg++, S berbentuk SO4--, dan P berbentuk H2PO4-, HPO4--, atau PO4---. Unsur mikro bisa diletakkan di pekatan A atau B, tetapi untuk unsur mikro berbentuk sulfat (Seperti FeSO4) harus diletakkan di grup B. Pekatan A dan B Tidak Boleh Dicampur Karena di grup A ada Ca++ dan di grup B ada SO4-- dan PO4---, mereka tidak boleh bertemu dalam keadaan pekat.  Jika Ca++ (kalsium) bertemu dengan SO4-- (sulfat), maka akan terbentuk CaSO...

Prinsip Pembuatan Hingga Suka Dukanya Hidroponik NFT

Sistem hidroponik NFT adalah sistem yang paling populer dibanding sistem hidroponik yang lain. Biasanya orang-orang mengasosiasikan NFT adalah hidroponik itu sendiri. Padahal sistem NFT adalah salah satu sistem hidroponik. NFT adalah  singkatan dari Nutrient Film Technique. Kata film dikarenakan tanaman tumbuh pada ailran tipis yang menyerupai lapisan film. Sistem ini paling mudah dijumpai ketika ingin belajar hidroponik. Karena sistem ini memiliki paling banyak kemudahan dibanding sistem yang lain. Tanaman yang dapat ditanam dengan sistem ini tidak terbatas sayuran daun saja, tanaman buah seperti tomat, cabai, hingga melon dapat ditanam dengan sistem hidroponik NFT. Selama akar tanaman serabut masih dapat untuk ditanam secara NFT. Tanaman yang berumbi tidak dapat di NFT kan karena daerah perakaran NFT terbatas. Selain itu sistem hidroponik NFT adalah sistem yang paling fleksibel dibanding sistem yang lain. Karena dapat diterapkan di berbagai lahan dengan ukuran apa saja...

Panduan Pembuatan dan Perawatan Hidroponik Drip (Irigasi Tetes) / Fertigasi

Sistem drip atau biasa disebut sistem irigasi tetes adalah salah satu sistem hidroponik yang menggunakan teknik yang menghemat air dan pupuk dengan meneteskan larutan secara perlahan langsung pada akar tanaman. Sistem drip pada hidroponik dapat juga disebut Fertigasi karena pengairan dan pemberian nutrisi dilakukan secara bersamaan Sistem drip / fertigasi adalah sistem hidroponik yang paling sering digunakan di dunia, mulai dari hobi hingga skala komersil. Karena biaya pembuatannya murah dan teknik pembuatannya mudah dibanding sistem hidroponik yang lain.  Seberapa luas dan ukuran tempat Anda, penempatan sistem ini sangat fleksibel dapat menyesuaikan luas dan ukuran tempat Anda. Biaya pengoperasiannya pun lebih murah, karena untuk pengirigasian listrik tidak perlu dinyalakan terus menerus. Anda dapat mengandalkan timer untuk mengatur frekuensi dan volume pemberian larutan nutrisi pada tanaman. Jadi tanaman lebih toleran jika di daerah Anda terjadi pemadaman listr...