Bagi petani, air adalah "nyawa" bagi tanaman. Namun, saat musim kemarau tiba atau ketika sumber air terbatas, menyiram tanaman secara manual tentu sangat melelahkan dan boros air. Ada teknologi irigasi tetes yang canggih, tapi harganya seringkali terlalu mahal bagi petani kecil. Sebagai solusinya, kini dikembangkan sistem bernama Capillarigation (Irigasi Kapiler). Sistem ini adalah teknik menyiram tanaman secara otomatis menggunakan prinsip daya kapiler—mirip dengan cara kerja sumbu pada kompor minyak tanah. Bagaimana Cara Kerjanya? Sistem ini sangat sederhana. Air dialirkan dari tangki (bisa menggunakan drum bekas) melalui pipa-pipa paralon kecil menuju barisan tanaman. Di setiap tanaman, terdapat sebuah "sumbu" (biasanya terbuat dari benang katun atau sumbu pel) yang menghubungkan pipa air langsung ke dalam tanah di dekat akar tanaman. Sumbu ini akan menyerap air dari pipa dan meneteskan atau mengalirkannya ke tanah secara perlahan namun terus-menerus (sekitar 20...
Selada pahit adalah problem yang cukup sering ditemui oleh pekebun hidroponik NFT yang menanam di daerah perkotaan. Biasanya yang sering mengalami masalah ini kebun tanpa naungan di daerah panas. Selada pahit ini rawan membuat hasil panen tertolak di pasar sehingga hasil panen rawan jadi sia sia. Jika lakupun, kita perlu memutar otak untuk menyalurkan hasil panen selada yang pahit ke pasar yang mau menerima, sekalipun harga agak jatuh Pahit Merupakan Respon Stres Selada Selada yang dibudidayakan di perkotaan dataran rendah ini sebenarnya melawan habitat aslinya selada yang biasa tumbuh di suasana yang dingin. Akhirnya selada merespon panas yang berlebihan karena dibudidayakan di dataran rendah dengan membentuk krop yang mekar, daun lebar, dan memproduksi getah pahit yang membuat selada terasa getir di lidah Getah pahit ini bisa dilihat jika mematahkan daun selada yang tua akan terlihat cairan putih pada daun selada. Selada yang banyak mengeluarkan getah pahit ini akan cepat...