Langsung ke konten utama

Cara Menyemai di Rockwool untuk Pemula

Setiap kita ingin menanam sesuatu, kita perlu menyemai terlebih dahulu. Penyemaian yang menurut saya paling mudah adalah menyemai sayuran daun di rockwool.

Berikut adalah langkah - langkah menyemai sayuran di rockwool.

1. Potong rockwool menjadi kotak - kotak berukuran 2 x 2 cm. Sebenarnya ukuran ini tidak harus diikuti, anda bisa memotongnya ukuran yang lebih kecil supaya pemakaian rockwool lebih hemat. Tujuan ukuran 2 x  2 tersebut adalah supaya kita mudah memindahkan dan tidak cepat kering.


2. Lubangi bagian tengah rockwool sedalam 0,5 cm, kemudian basahi rockwool dengan sprayer hingga basah tapi air tidak menetes. Susun potongan rockwool di tray semai.

3. Masukkan biji sayuran ke dalam lubang. Untuk sayuran sawi dan selada cukup 1 - 2 biji per rockwool karena tumbuhnya sayuran ini melebar. Untuk kangkung dan bayam 4-8 per rockwool karena tumbuhnya sayuran ini meninggi, Gunakan pinset agar lebih mudah menata benih - benih yang kecil


4. Kemudian letakkan di tempat yang terkena sinar matahari tapi tidak terkena secara langsung, tempat yang teduh. Dengan tempat yang teduh, semaian anda tidak khawatir kutilang dan masih dapat belajar adaptasi dengan sinar matahari.

5. Jaga kelembaban setiap hari, jangan terlalu basah dan jagan terlalu kering. Usahakan cukup terasa basah saja tapi jangan menetes. Jika terlalu basah yang ada tanamannya jadi busuk. Dan usahakan agar selalu kena sinar matahari minimal 3 jam.


6. Ketika daunnya sudah ada 4, anda pindahkan ke tempat menanam anda, entah itu di wick, NFT, polybag, atau tanah. Biasanya butuh waktu 2 mingguan agar semaian mempunyai daun 4.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengapa Pekatan A dan B dalam AB Mix Dipisah?

Pupuk A B Mix Pupuk yang paling populer digunakan untuk berhidroponik adalah konsep pupuk AB mix. AB mix biasanya dijual dalam bentuk serbuk kemudian dibuatkan pekatan 5 liter A dan 5 liter B. Ada juga yang menjual dalam bentuk pekatan siap pakai. Kemudian diencerkan dengan perbandingan 5 : 5 : 1 artinya 5 ml A dan B untuk 1 liter air. Kandungan A dan B Pada grup A biasanya terdapat Ca, K, dan N. Ca berbentuk ion Ca++, K berbentuk K+, dan N berbentuk NO3- (nitrat) dan NH4+ (amonium). Dan pada grup B biasanya terdapat Mg, S, dan P. Mg berbentuk ion Mg++, S berbentuk SO4--, dan P berbentuk H2PO4-, HPO4--, atau PO4---. Unsur mikro bisa diletakkan di pekatan A atau B, tetapi untuk unsur mikro berbentuk sulfat (Seperti FeSO4) harus diletakkan di grup B. Pekatan A dan B Tidak Boleh Dicampur Karena di grup A ada Ca++ dan di grup B ada SO4-- dan PO4---, mereka tidak boleh bertemu dalam keadaan pekat.  Jika Ca++ (kalsium) bertemu dengan SO4-- (sulfat), maka akan terbentuk CaSO...

Prinsip Pembuatan Hingga Suka Dukanya Hidroponik NFT

Sistem hidroponik NFT adalah sistem yang paling populer dibanding sistem hidroponik yang lain. Biasanya orang-orang mengasosiasikan NFT adalah hidroponik itu sendiri. Padahal sistem NFT adalah salah satu sistem hidroponik. NFT adalah  singkatan dari Nutrient Film Technique. Kata film dikarenakan tanaman tumbuh pada ailran tipis yang menyerupai lapisan film. Sistem ini paling mudah dijumpai ketika ingin belajar hidroponik. Karena sistem ini memiliki paling banyak kemudahan dibanding sistem yang lain. Tanaman yang dapat ditanam dengan sistem ini tidak terbatas sayuran daun saja, tanaman buah seperti tomat, cabai, hingga melon dapat ditanam dengan sistem hidroponik NFT. Selama akar tanaman serabut masih dapat untuk ditanam secara NFT. Tanaman yang berumbi tidak dapat di NFT kan karena daerah perakaran NFT terbatas. Selain itu sistem hidroponik NFT adalah sistem yang paling fleksibel dibanding sistem yang lain. Karena dapat diterapkan di berbagai lahan dengan ukuran apa saja...

Panduan Pembuatan dan Perawatan Hidroponik Drip (Irigasi Tetes) / Fertigasi

Sistem drip atau biasa disebut sistem irigasi tetes adalah salah satu sistem hidroponik yang menggunakan teknik yang menghemat air dan pupuk dengan meneteskan larutan secara perlahan langsung pada akar tanaman. Sistem drip pada hidroponik dapat juga disebut Fertigasi karena pengairan dan pemberian nutrisi dilakukan secara bersamaan Sistem drip / fertigasi adalah sistem hidroponik yang paling sering digunakan di dunia, mulai dari hobi hingga skala komersil. Karena biaya pembuatannya murah dan teknik pembuatannya mudah dibanding sistem hidroponik yang lain.  Seberapa luas dan ukuran tempat Anda, penempatan sistem ini sangat fleksibel dapat menyesuaikan luas dan ukuran tempat Anda. Biaya pengoperasiannya pun lebih murah, karena untuk pengirigasian listrik tidak perlu dinyalakan terus menerus. Anda dapat mengandalkan timer untuk mengatur frekuensi dan volume pemberian larutan nutrisi pada tanaman. Jadi tanaman lebih toleran jika di daerah Anda terjadi pemadaman listr...