Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2026

Mengenal Perbedaan Sumber Amonium dan Fosfat dalam Racikan AB Mix - ZA dan MAP

Bagi kita yang senang mengulik nutrisi hidroponik, meracik sendiri AB Mix memberikan kepuasan tersendiri. Namun, seringkali kita bingung saat harus memilih bahan di bagian Part B, terutama antara menggunakan kombinasi ZA atau menggunakan MAP. Meskipun keduanya sama-sama bertujuan memberikan nutrisi lengkap bagi tanaman, ada karakteristik berbeda yang dihasilkan dari kedua jenis racikan ini. Racikan dengan Tambahan ZA (Amonium Sulfat) Pada kombinasi pertama, Part B menggunakan campuran MKP, ZA, ZK, MgSO4, dan unsur mikro. Ciri khas dari racikan ini adalah kandungan Sulfur (S) dan Amonium yang cukup tinggi. ZA dikenal sebagai sumber Nitrogen yang ekonomis namun sangat kuat dalam memicu pertumbuhan vegetatif. Tanaman biasanya akan terlihat lebih cepat hijau dan rimbun. Namun, ada hal yang perlu diperhatikan saat menggunakan ZA. Bahan ini memiliki sifat asam yang cukup kuat. Dalam praktiknya, larutan nutrisi yang menggunakan ZA cenderung membuat pH air di tandon lebih cepat turun. Selain i...

Trace Element - Unsur Hara Mikro Pada Tanaman

Mengenal unsur hara mikro ibarat mengenal "garam" dalam masakan. Meskipun tanaman hanya membutuhkannya dalam jumlah yang sangat sedikit, ketiadaannya bisa membuat pertumbuhan tanaman menjadi hambar, kerdil, atau bahkan gagal panen. Berikut adalah panduan lengkap mengenai unsur hara mikro untuk tanaman yang dirangkum secara sederhana. 1. Mengenal Jenis dan Fungsi Unsur Mikro Unsur mikro adalah nutrisi yang dibutuhkan tanaman dalam skala kecil (satuan part per million atau ppm ). Meski sedikit, fungsinya sangat vital:  Fe (Besi) : Kunci pembentukan klorofil (zat hijau daun). Tanpa Fe, daun muda akan menguning (klorosis) meski tulang daun tetap hijau.   Mn (Mangan) : Membantu proses fotosintesis dan membantu tanaman menyerap nitrogen.   Zn (Seng) : Berperan dalam pembentukan hormon pertumbuhan dan pemanjangan sel.   Cu (Tembaga) : Penting untuk aktivasi enzim dan pembentukan bunga serta biji.  B (Boron) : Mengatur transportasi gula dalam tanaman dan sangat penting...

Companion Planting - Pendampingan Tanaman alias Tumpang Sari

  Apa Itu Pendampingan Tanaman? ​Pendampingan tanaman adalah teknik menanam berbagai jenis tanaman secara berdekatan untuk meningkatkan pertumbuhan atau saling melindungi dari hama. Praktik ini bertujuan menciptakan ekosistem kebun yang optimal, efisien dalam penggunaan lahan dan air, serta memaksimalkan potensi hasil panen. ​ Sejarah dan Asal-usul ​Meskipun sering dikaitkan dengan gerakan organik tahun 1970-an, teknik ini sebenarnya telah dilakukan selama ribuan tahun: ​ Zaman Kuno : Bangsa Yunani dan Romawi (sekitar 2.000 tahun lalu) sudah mencatat interaksi antar tanaman. Marcus Terentius Varro mencatat bagaimana tanaman tertentu, seperti pohon kenari dan kubis, dapat menghambat pertumbuhan tanaman di sekitarnya (fenomena yang sekarang dikenal sebagai alelopati). ​ Suku Native American : Menggunakan teknik "The Three Sisters" (Tiga Saudara), yaitu menanam jagung, kacang-kacangan, dan labu bersama-sama. Jagung menjadi media rambat, kacang menambah nitrogen ke tanah, da...

Capillarigation: Solusi Irigasi Hemat Air dan Murah untuk Berkebun

Bagi petani, air adalah "nyawa" bagi tanaman. Namun, saat musim kemarau tiba atau ketika sumber air terbatas, menyiram tanaman secara manual tentu sangat melelahkan dan boros air. Ada teknologi irigasi tetes yang canggih, tapi harganya seringkali terlalu mahal bagi petani kecil. Sebagai solusinya, kini dikembangkan sistem bernama Capillarigation (Irigasi Kapiler). Sistem ini adalah teknik menyiram tanaman secara otomatis menggunakan prinsip daya kapiler—mirip dengan cara kerja sumbu pada kompor minyak tanah. Bagaimana Cara Kerjanya? Sistem ini sangat sederhana. Air dialirkan dari tangki (bisa menggunakan drum bekas) melalui pipa-pipa paralon kecil menuju barisan tanaman. Di setiap tanaman, terdapat sebuah "sumbu" (biasanya terbuat dari benang katun atau sumbu pel) yang menghubungkan pipa air langsung ke dalam tanah di dekat akar tanaman. Sumbu ini akan menyerap air dari pipa dan meneteskan atau mengalirkannya ke tanah secara perlahan namun terus-menerus (sekitar 20...