Langsung ke konten utama

Peran Fosfor bagi Tanaman

Manfaat

Fosfor termasuk unsur makro bagi tanaman. Tanaman pada umumnya mengandung forsfor 0,2-0,5% dari berat kering tubuhnya. Fosfor banyak digunakan dalam persemaian untuk merangsang pembentukan jaringan akar. Pemberian fosfor yang tinggi dalam persemaian diharapkan dapat menghasilkan anak semai dengan perakaran yang baik.

Dengan akar anak semai yang sehat dan lebat, daya serap hara dari akar tanaman meningkat. Sehingga tanaman tumbuh lebih cepat.

Fosfor juga mempengaruhi pembentukan buah dan bunga. Kebutuhan fosfor meningkat seiring saat tanaman siap berbunga dan berbuah. Maka dari itu sebaiknya saat persemaian dan masa generatif sebaiknya tingkatkan pemberian pupuk fosfor seperti MKP, DAP, MAP, TSP, atau SP 36 pada tanaman.

Gejala Kekurangan dan Kelebihan



Fosfor berperan dalam proses transfer energi dalam tubuh tanaman dalam bentuk molekul ATP (Adenosine Triphospate). Kekurangan unsur ini otomatis akan menghambat pertumbuhan tanaman. Gejala kekurangan fosfor terlihat di daun tua yang berubah warna menjadi hijau gelap atau kelabu, kadang disertai dengan munculnya pigmen ungu. Kemudian akar tumbuhnya tidak bagus akhirnya tanaman tumbuhnya kuntet alias terhambat. Dan tulang daun muda berwarna hijau gelap.

Tidak terlalu terlihat signifikan jika kelebihan fosfor. Gejala yang muncul kadang-kadang justru memperlihatkan kekurangan hara unsur seng dan cuprum. Kelebiha fosfor biasanya sering terjadi ketika pekebun menggunakan pupuk NPK padahal tanaman hanya butuh N dan K saja.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengapa Pekatan A dan B dalam AB Mix Dipisah?

Pupuk A B Mix Pupuk yang paling populer digunakan untuk berhidroponik adalah konsep pupuk AB mix. AB mix biasanya dijual dalam bentuk serbuk kemudian dibuatkan pekatan 5 liter A dan 5 liter B. Ada juga yang menjual dalam bentuk pekatan siap pakai. Kemudian diencerkan dengan perbandingan 5 : 5 : 1 artinya 5 ml A dan B untuk 1 liter air. Kandungan A dan B Pada grup A biasanya terdapat Ca, K, dan N. Ca berbentuk ion Ca++, K berbentuk K+, dan N berbentuk NO3- (nitrat) dan NH4+ (amonium). Dan pada grup B biasanya terdapat Mg, S, dan P. Mg berbentuk ion Mg++, S berbentuk SO4--, dan P berbentuk H2PO4-, HPO4--, atau PO4---. Unsur mikro bisa diletakkan di pekatan A atau B, tetapi untuk unsur mikro berbentuk sulfat (Seperti FeSO4) harus diletakkan di grup B. Pekatan A dan B Tidak Boleh Dicampur Karena di grup A ada Ca++ dan di grup B ada SO4-- dan PO4---, mereka tidak boleh bertemu dalam keadaan pekat.  Jika Ca++ (kalsium) bertemu dengan SO4-- (sulfat), maka akan terbentuk CaSO...

Prinsip Pembuatan Hingga Suka Dukanya Hidroponik NFT

Sistem hidroponik NFT adalah sistem yang paling populer dibanding sistem hidroponik yang lain. Biasanya orang-orang mengasosiasikan NFT adalah hidroponik itu sendiri. Padahal sistem NFT adalah salah satu sistem hidroponik. NFT adalah  singkatan dari Nutrient Film Technique. Kata film dikarenakan tanaman tumbuh pada ailran tipis yang menyerupai lapisan film. Sistem ini paling mudah dijumpai ketika ingin belajar hidroponik. Karena sistem ini memiliki paling banyak kemudahan dibanding sistem yang lain. Tanaman yang dapat ditanam dengan sistem ini tidak terbatas sayuran daun saja, tanaman buah seperti tomat, cabai, hingga melon dapat ditanam dengan sistem hidroponik NFT. Selama akar tanaman serabut masih dapat untuk ditanam secara NFT. Tanaman yang berumbi tidak dapat di NFT kan karena daerah perakaran NFT terbatas. Selain itu sistem hidroponik NFT adalah sistem yang paling fleksibel dibanding sistem yang lain. Karena dapat diterapkan di berbagai lahan dengan ukuran apa saja...

Panduan Pembuatan dan Perawatan Hidroponik Drip (Irigasi Tetes) / Fertigasi

Sistem drip atau biasa disebut sistem irigasi tetes adalah salah satu sistem hidroponik yang menggunakan teknik yang menghemat air dan pupuk dengan meneteskan larutan secara perlahan langsung pada akar tanaman. Sistem drip pada hidroponik dapat juga disebut Fertigasi karena pengairan dan pemberian nutrisi dilakukan secara bersamaan Sistem drip / fertigasi adalah sistem hidroponik yang paling sering digunakan di dunia, mulai dari hobi hingga skala komersil. Karena biaya pembuatannya murah dan teknik pembuatannya mudah dibanding sistem hidroponik yang lain.  Seberapa luas dan ukuran tempat Anda, penempatan sistem ini sangat fleksibel dapat menyesuaikan luas dan ukuran tempat Anda. Biaya pengoperasiannya pun lebih murah, karena untuk pengirigasian listrik tidak perlu dinyalakan terus menerus. Anda dapat mengandalkan timer untuk mengatur frekuensi dan volume pemberian larutan nutrisi pada tanaman. Jadi tanaman lebih toleran jika di daerah Anda terjadi pemadaman listr...