Bagi kita yang senang mengulik nutrisi hidroponik, meracik sendiri AB Mix memberikan kepuasan tersendiri. Namun, seringkali kita bingung saat harus memilih bahan di bagian Part B, terutama antara menggunakan kombinasi ZA atau menggunakan MAP.
Meskipun keduanya sama-sama bertujuan memberikan nutrisi lengkap bagi tanaman, ada karakteristik berbeda yang dihasilkan dari kedua jenis racikan ini.
Racikan dengan Tambahan ZA (Amonium Sulfat)
Pada kombinasi pertama, Part B menggunakan campuran MKP, ZA, ZK, MgSO4, dan unsur mikro.
Ciri khas dari racikan ini adalah kandungan Sulfur (S) dan Amonium yang cukup tinggi. ZA dikenal sebagai sumber Nitrogen yang ekonomis namun sangat kuat dalam memicu pertumbuhan vegetatif. Tanaman biasanya akan terlihat lebih cepat hijau dan rimbun.
Namun, ada hal yang perlu diperhatikan saat menggunakan ZA. Bahan ini memiliki sifat asam yang cukup kuat. Dalam praktiknya, larutan nutrisi yang menggunakan ZA cenderung membuat pH air di tandon lebih cepat turun. Selain itu, karena kandungan Sulfurnya melimpah, racikan ini sangat cocok untuk tanaman yang memerlukan aroma tajam atau rasa yang khas, seperti bawang-bawangan atau beberapa jenis sayuran daun.
Racikan dengan Tambahan MAP (Mono Amonium Fosfat)
Pada kombinasi kedua, posisi ZA digantikan oleh MAP. Jadi, Part B terdiri dari MKP, MAP, ZK, MgSO4, dan unsur mikro.
Perbedaan utama di sini adalah fokus pada unsur Fosfat (P). Dengan adanya MAP dan MKP secara bersamaan, tanaman mendapatkan asupan Fosfat ganda. Fosfat sendiri berperan penting dalam pembentukan akar di masa awal pertumbuhan dan membantu proses pembungaan serta pembuahan agar lebih maksimal.
Dari sisi teknis, MAP cenderung lebih stabil terhadap pH air dibandingkan ZA. Larutannya juga sangat bersih karena MAP memiliki tingkat kelarutan yang sangat tinggi, sehingga risiko adanya endapan di dasar tandon atau penyumbatan di pipa-pipa hidroponik menjadi lebih kecil.
Mana yang Sebaiknya Digunakan?
Pemilihan bahan ini sebenarnya kembali pada kebutuhan tanaman yang sedang kita budidayakan:
Fokus Daun dan Aroma: Jika targetnya adalah sayuran daun yang rimbun dengan biaya yang lebih efisien, kombinasi yang menggunakan ZA sering menjadi pilihan utama.
Fokus Akar dan Buah: Jika sedang menanam tanaman buah atau ingin memastikan perakaran tanaman sangat kuat sejak awal, kombinasi yang menggunakan MAP memberikan hasil yang lebih stabil.
Kedua kombinasi ini tetap memerlukan Part A yang sama, yaitu Kalsium Nitrat (Calnit), KNO3, dan zat besi (Fe EDTA/EDDHA) untuk memastikan kebutuhan Kalsium dan Nitrogen Nitrat tanaman tetap terpenuhi secara seimbang.
Semoga informasi singkat ini membantu Anda dalam menentukan racikan nutrisi yang paling pas untuk kebun hidroponik di rumah!

Komentar
Posting Komentar