Langsung ke konten utama

Trace Element - Unsur Hara Mikro Pada Tanaman

Mengenal unsur hara mikro ibarat mengenal "garam" dalam masakan. Meskipun tanaman hanya membutuhkannya dalam jumlah yang sangat sedikit, ketiadaannya bisa membuat pertumbuhan tanaman menjadi hambar, kerdil, atau bahkan gagal panen.

Berikut adalah panduan lengkap mengenai unsur hara mikro untuk tanaman yang dirangkum secara sederhana.




1. Mengenal Jenis dan Fungsi Unsur Mikro

Unsur mikro adalah nutrisi yang dibutuhkan tanaman dalam skala kecil (satuan part per million atau ppm). Meski sedikit, fungsinya sangat vital:

  •  Fe (Besi): Kunci pembentukan klorofil (zat hijau daun). Tanpa Fe, daun muda akan menguning (klorosis) meski tulang daun tetap hijau.
  •  Mn (Mangan): Membantu proses fotosintesis dan membantu tanaman menyerap nitrogen.
  •  Zn (Seng): Berperan dalam pembentukan hormon pertumbuhan dan pemanjangan sel.
  •  Cu (Tembaga): Penting untuk aktivasi enzim dan pembentukan bunga serta biji.
  •  B (Boron): Mengatur transportasi gula dalam tanaman dan sangat penting untuk pembelahan sel di ujung akar dan tunas.
  •  Mo (Molibdenum): Membantu tanaman mengolah nitrogen dari udara maupun tanah agar bisa digunakan.


2. Sumber Hara Mikro di Toko Pertanian (Saprotan)

Di toko pertanian, Anda bisa menemukan unsur mikro dalam dua bentuk utama yang memiliki perbedaan cara serap:

Mikro Bentuk Sulfat

Ini adalah bentuk hara mikro yang paling sederhana dan ekonomis. Biasanya berbentuk kristal garam.

  •  Contoh: FeSO_4 (Fero Sulfat), ZnSO_4 (Seng Sulfat), atau CuSO_4 (Tembaga Sulfat).
  •  Sifat: Mudah larut air, namun pada kondisi tanah atau air yang pH-nya terlalu tinggi (basa), unsur ini sering "terikat" dan tidak bisa diserap akar.


Mikro Bentuk Chelate (EDTA)

Ini adalah teknologi "pembungkus" nutrisi. Unsur mikro dibungkus oleh molekul organik (EDTA) agar tidak terikat oleh zat lain di tanah atau air.

  •  Kelebihan: Sangat stabil dan mudah diserap tanaman meskipun kondisi pH lingkungan kurang ideal.
  •  Wujud: Biasanya berupa tepung halus yang sangat mudah larut dan warnanya mencolok (misal: Fe-EDTA berwarna kekuningan/oranye).


3. Produk Micromix yang Populer

Jika tidak ingin repot mencampur satu per satu, sudah tersedia produk Micromix (campuran lengkap hara mikro) yang siap pakai. Beberapa merk terkenal di Indonesia antara lain:

  •  Meroke Vitaflex: Campuran mikro lengkap dalam bentuk chelate (EDTA) yang sangat halus. Sangat populer untuk hidroponik dan penyemprotan daun (foliar).
  •  Librel BMX: Produk dari BASF yang dikenal dengan kualitas kemurniannya yang tinggi, sering digunakan oleh petani profesional untuk sistem irigasi tetes.

 Penggunaan: Cukup dilarutkan ke dalam air sesuai dosis kemasan (biasanya hanya 1-2 gram per 10 liter air untuk semprot daun, atau sesuai rumus nutrisi untuk hidroponik).


4. Dosis dan Formulasi untuk Nutrisi AB Mix

Dalam pembuatan nutrisi hidroponik (AB Mix), unsur mikro selalu dimasukkan ke dalam Pekatan B. Hal ini dilakukan untuk menghindari reaksi endapan jika bertemu dengan Kalsium yang ada di Pekatan A.

Contoh Formula Mikro Sederhana

Untuk membuat 1.000 liter nutrisi siap pakai (setara dengan kurang lebih 2,5 kg stok AB Mix), berikut adalah takaran umum unsur mikronya:

  •  Fe-EDTA (Besi): 20 - 30 gram
  •  Mangan Sulfat (MnSO_4): 2 - 4 gram
  •  Seng Sulfat (ZnSO_4): 1.5 - 2 gram
  •  Asam Borat (H_3BO_3): 2 - 3 gram
  •  Tembaga Sulfat (CuSO_4): 0.5 gram
  •  Sodium Molibdat (Na_2MoO_4): 0.1 gram

Catatan: Jika Anda menggunakan produk Micromix seperti Vitaflex atau Librel BMX, Anda cukup menggunakan sekitar 40 - 50 gram produk tersebut untuk menggantikan semua daftar di atas dalam pembuatan 1.000 liter nutrisi.



Tips Penggunaan

 1. Gunakan Timbangan Digital: Karena dosisnya sangat kecil (gram), gunakan timbangan digital dengan akurasi 0,01 gram untuk hasil akurat.

 2. Penyemprotan Daun (Foliar): Jika tanaman terlihat kekurangan unsur mikro (daun pucat), menyemprotkan larutan mikro EDTA dengan dosis sangat rendah (0,5 gram per liter air) pada pagi hari adalah cara tercepat untuk memulihkannya.

 3. Simpan di Tempat Kering: Unsur mikro sangat sensitif terhadap kelembapan. Pastikan wadah tertutup rapat dan terhindar dari sinar matahari langsung untuk menjaga kualitasnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prinsip Pembuatan Hingga Suka Dukanya Hidroponik NFT

Sistem hidroponik NFT adalah sistem yang paling populer dibanding sistem hidroponik yang lain. Biasanya orang-orang mengasosiasikan NFT adalah hidroponik itu sendiri. Padahal sistem NFT adalah salah satu sistem hidroponik. NFT adalah  singkatan dari Nutrient Film Technique. Kata film dikarenakan tanaman tumbuh pada ailran tipis yang menyerupai lapisan film. Sistem ini paling mudah dijumpai ketika ingin belajar hidroponik. Karena sistem ini memiliki paling banyak kemudahan dibanding sistem yang lain. Tanaman yang dapat ditanam dengan sistem ini tidak terbatas sayuran daun saja, tanaman buah seperti tomat, cabai, hingga melon dapat ditanam dengan sistem hidroponik NFT. Selama akar tanaman serabut masih dapat untuk ditanam secara NFT. Tanaman yang berumbi tidak dapat di NFT kan karena daerah perakaran NFT terbatas. Selain itu sistem hidroponik NFT adalah sistem yang paling fleksibel dibanding sistem yang lain. Karena dapat diterapkan di berbagai lahan dengan ukuran apa saja...

Mengapa Pekatan A dan B dalam AB Mix Dipisah?

Pupuk A B Mix Pupuk yang paling populer digunakan untuk berhidroponik adalah konsep pupuk AB mix. AB mix biasanya dijual dalam bentuk serbuk kemudian dibuatkan pekatan 5 liter A dan 5 liter B. Ada juga yang menjual dalam bentuk pekatan siap pakai. Kemudian diencerkan dengan perbandingan 5 : 5 : 1 artinya 5 ml A dan B untuk 1 liter air. Kandungan A dan B Pada grup A biasanya terdapat Ca, K, dan N. Ca berbentuk ion Ca++, K berbentuk K+, dan N berbentuk NO3- (nitrat) dan NH4+ (amonium). Dan pada grup B biasanya terdapat Mg, S, dan P. Mg berbentuk ion Mg++, S berbentuk SO4--, dan P berbentuk H2PO4-, HPO4--, atau PO4---. Unsur mikro bisa diletakkan di pekatan A atau B, tetapi untuk unsur mikro berbentuk sulfat (Seperti FeSO4) harus diletakkan di grup B. Pekatan A dan B Tidak Boleh Dicampur Karena di grup A ada Ca++ dan di grup B ada SO4-- dan PO4---, mereka tidak boleh bertemu dalam keadaan pekat.  Jika Ca++ (kalsium) bertemu dengan SO4-- (sulfat), maka akan terbentuk CaSO...

Panduan Pembuatan dan Perawatan Hidroponik Drip (Irigasi Tetes) / Fertigasi

Sistem drip atau biasa disebut sistem irigasi tetes adalah salah satu sistem hidroponik yang menggunakan teknik yang menghemat air dan pupuk dengan meneteskan larutan secara perlahan langsung pada akar tanaman. Sistem drip pada hidroponik dapat juga disebut Fertigasi karena pengairan dan pemberian nutrisi dilakukan secara bersamaan Sistem drip / fertigasi adalah sistem hidroponik yang paling sering digunakan di dunia, mulai dari hobi hingga skala komersil. Karena biaya pembuatannya murah dan teknik pembuatannya mudah dibanding sistem hidroponik yang lain.  Seberapa luas dan ukuran tempat Anda, penempatan sistem ini sangat fleksibel dapat menyesuaikan luas dan ukuran tempat Anda. Biaya pengoperasiannya pun lebih murah, karena untuk pengirigasian listrik tidak perlu dinyalakan terus menerus. Anda dapat mengandalkan timer untuk mengatur frekuensi dan volume pemberian larutan nutrisi pada tanaman. Jadi tanaman lebih toleran jika di daerah Anda terjadi pemadaman listr...