Langsung ke konten utama

Sistem Semai Semi Otomatis dengan Sistem Wick

Sistem semai ini adaah salah satu alternatif bagi Anda yang semaiannya sering ditinggal. Karena dengan sistem ini Anda tidak perlu repot-repot menjaga semaiannya tetap lembab walau ditinggal seharian. Sistem semai ini dapat digunakan untuk semaian yang lebih besar



Ringkasan

  • Biaya : Murah
  • Tingkat Kesulitan : Mudah
  • Cocok untuk Semai Tanaman : Sayuran Daun, Tomat, Cabai, Herbs, Melon, Stek Tanaman Ukuran Kecil hingga Sedang
  • Kelebihan : Cocok untuk sistem semai yang lebih besar
  • Kelemahan : Kain kapiler dapat rentan menjadi sarang penyakit jika tidak diganti rutin

Prinsip dan Cara Kerja

Sistem ini memanfaatkan perambatan air dengan daya kapiler melalui bahan berserat seperti kain flanel. Lembaran kain flanel diletakkan di atas dudukan dalam wadah air. Hanya sisi ujung kain saja yang kontak dengan air. Kemudian semaian diletakkan di atas kain flanel.


Air akan merambat dari ujung kain yang kontak dengan air menyebar ke seluruh kain flanel. Akibatnya seluruh kain flanel menjadi basah. Kemudian semaian mengambil air melalui kontak media dengan kain flanel.

Dengan begitu media semaiannya akan tetap selalu lembab tetapi tidak berlebihan basahnya.

Bahan-bahan yang Diperlukan


  • Wadah : Wadah yang digunakan dapat berupa tray, kotak container, kotak sterofoam. Pokoknya yang dapat menjadi tampungan air
  • Kain Flanel Lembaran: Biasanya dijual di toko buku dan alat tulis
  • Bantalan: Fungsinya untuk peninggi tempat semaian bisa berupa potongan dari papan sterofoam. Tinggi sesuaikan dengan ukuran wadah
  • Papan Kedap Air: Bisa berupa papan impraboard, biasanya didapatkan di toko buku dan alat tulis
  • Cell Tray (opsional)

Pembuatan

Susun bahan-bahan tersebut seperti gambar di bawah ini. Usahakan atur agar sinar sedikit yang masuk pada air dalam wadah.

Tampak 3D

Tampak Samping

Tampak Depan

Perawatan

Inti dari sistem ini terletak pada kain flanelnya. Usahakan setiap selesai semai, kain flanel dijemur hingga kering agar tidak tumbuh kuman penyakit. Setelah kering baru digunakan lagi.

Ketahanan kelembaban semaian tergantung pada volume wadah air dan jumlah semaian Anda

Modifikasi

Anda dapat memodifikasi dengan mengombinasi dengan sistem semai otomatis dengan botol atau yang biasa disebut botol autopot agar volume air dapat lebih besar.

Untuk cara membuat botol autopot dapat menuju di postingan

Kombinasi Wick dengan Autopot


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengapa Pekatan A dan B dalam AB Mix Dipisah?

Pupuk A B Mix Pupuk yang paling populer digunakan untuk berhidroponik adalah konsep pupuk AB mix. AB mix biasanya dijual dalam bentuk serbuk kemudian dibuatkan pekatan 5 liter A dan 5 liter B. Ada juga yang menjual dalam bentuk pekatan siap pakai. Kemudian diencerkan dengan perbandingan 5 : 5 : 1 artinya 5 ml A dan B untuk 1 liter air. Kandungan A dan B Pada grup A biasanya terdapat Ca, K, dan N. Ca berbentuk ion Ca++, K berbentuk K+, dan N berbentuk NO3- (nitrat) dan NH4+ (amonium). Dan pada grup B biasanya terdapat Mg, S, dan P. Mg berbentuk ion Mg++, S berbentuk SO4--, dan P berbentuk H2PO4-, HPO4--, atau PO4---. Unsur mikro bisa diletakkan di pekatan A atau B, tetapi untuk unsur mikro berbentuk sulfat (Seperti FeSO4) harus diletakkan di grup B. Pekatan A dan B Tidak Boleh Dicampur Karena di grup A ada Ca++ dan di grup B ada SO4-- dan PO4---, mereka tidak boleh bertemu dalam keadaan pekat.  Jika Ca++ (kalsium) bertemu dengan SO4-- (sulfat), maka akan terbentuk CaSO...

Prinsip Pembuatan Hingga Suka Dukanya Hidroponik NFT

Sistem hidroponik NFT adalah sistem yang paling populer dibanding sistem hidroponik yang lain. Biasanya orang-orang mengasosiasikan NFT adalah hidroponik itu sendiri. Padahal sistem NFT adalah salah satu sistem hidroponik. NFT adalah  singkatan dari Nutrient Film Technique. Kata film dikarenakan tanaman tumbuh pada ailran tipis yang menyerupai lapisan film. Sistem ini paling mudah dijumpai ketika ingin belajar hidroponik. Karena sistem ini memiliki paling banyak kemudahan dibanding sistem yang lain. Tanaman yang dapat ditanam dengan sistem ini tidak terbatas sayuran daun saja, tanaman buah seperti tomat, cabai, hingga melon dapat ditanam dengan sistem hidroponik NFT. Selama akar tanaman serabut masih dapat untuk ditanam secara NFT. Tanaman yang berumbi tidak dapat di NFT kan karena daerah perakaran NFT terbatas. Selain itu sistem hidroponik NFT adalah sistem yang paling fleksibel dibanding sistem yang lain. Karena dapat diterapkan di berbagai lahan dengan ukuran apa saja...

Panduan Pembuatan dan Perawatan Hidroponik Drip (Irigasi Tetes) / Fertigasi

Sistem drip atau biasa disebut sistem irigasi tetes adalah salah satu sistem hidroponik yang menggunakan teknik yang menghemat air dan pupuk dengan meneteskan larutan secara perlahan langsung pada akar tanaman. Sistem drip pada hidroponik dapat juga disebut Fertigasi karena pengairan dan pemberian nutrisi dilakukan secara bersamaan Sistem drip / fertigasi adalah sistem hidroponik yang paling sering digunakan di dunia, mulai dari hobi hingga skala komersil. Karena biaya pembuatannya murah dan teknik pembuatannya mudah dibanding sistem hidroponik yang lain.  Seberapa luas dan ukuran tempat Anda, penempatan sistem ini sangat fleksibel dapat menyesuaikan luas dan ukuran tempat Anda. Biaya pengoperasiannya pun lebih murah, karena untuk pengirigasian listrik tidak perlu dinyalakan terus menerus. Anda dapat mengandalkan timer untuk mengatur frekuensi dan volume pemberian larutan nutrisi pada tanaman. Jadi tanaman lebih toleran jika di daerah Anda terjadi pemadaman listr...